Semua brand atau produk pasti memiliki pasar dan target pasarnya. Bahkan untuk beberapa jenis komoditi, yang dijual tanpa brand dan belum bisa disebut produk, seperti beras, tetap perlu memilih target pasar berdasarkan segmentasi pasar tertentu, misalnya lokasi geografis atau daya beli konsumennya. Walaupun tentu saja ada pula beras yang sudah dipasarkan sebagai produk dan memiliki brand.

Sebelum melakukan kampanye pemasaran, sebaiknya brand melakukan segmentasi pasar yang bisa dilakukan berdasarkan wilayah geografis tempat tinggal, jenis kelamin, usia, tingkat penghasilan atau daya beli, latar belakang pendidikan, interest atau ketertarikan konsumen pada topik-topik tertentu ketika mengkonsumsi informasi dan hiburan, dan lain sebagainya.

Setelah pasar dipetakan dengan segmentasi berdasarkan kategori-kategori tertentu, langkah selanjutnya adalah penentuan target pasar. Contohnya, suatu brand fashion menentukan target pasarnya; wanita, berusia antara 20 sampai 40 tahun, bertempat tinggal di Indonesia, berpenghasilan antara Rp5 juta sampai Rp30 juta per bulan, bekerja sebagai karyawan kantor, dan mempunyai ketertarikan pada topik-topik yang berhubungan dengan motivasi dan pengembangan diri.

Setelah melakukan segmentasi pasar dan target pasar dibidik dengan tepat dan spesifik, tentu kampanye pemasaran bisa segera dilakukan, salah satunya melalui media sosial yang dipilih. Karakteristik produk, brand, dan identitas brand tentunya harus disesuaikan dengan selera target pasar yang telah dibidik.

Lalu bagaimana menentukan target audiens secara baik dan efektif ketika melakukan kampanye pemasaran lewat media sosial?

Target pasar adalah target audiens

Target pasar yang telah dibidik adalah juga target audiens ketika melakukan kampanye pemasaran lewat media sosial.

Karena itu, jenis media sosial yang dipilih untuk digunakan, jenis konten yang diproduksi dan didistribusikan, dan cara beriklan melalui media sosial harus sesuai dengan selera dan perilaku target audiens.

Misalnya, pada contoh brand fashion yang sama di atas, berdasarkan data riset pasar diketahui bahwa mayoritas target pasarnya menggunakan media sosial Facebook dan Instagram sebagai sumber informasi dan hiburan, maka tentunya Facebook dan Instagram tepat sekali dipilih untuk digunakan dalam kampanye pemasarannya.

Sesuaikan jenis konten dengan kebutuhan dan selera target audiens

Disadari atau tidak, jenis konten akan secara otomatis menentukan audiens setianya. Di tengah membanjirnya konten di media sosial setiap hari, audiens pasti akan memilih beberapa Facebook Page dan akun Instagram saja untuk diikutinya dalam jangka waktu lama. Pemilihan Facebook Page dan akun Instagram yang diikuti oleh audiens tentunya berdasarkan selera, kebutuhan, dan keinginan masing-masing.

Masih pada contoh brand fashion yang sama seperti di atas, berdasarkan data hasil riset pasar diketahui bahwa target audiensnya memiliki ketertarikan pada topik - topik informasi dan hiburan yang berhubungan dengan motivasi dan pengembangan diri. Maka, brand harus memproduksi konten-konten, baik berupa artikel, foto atau gambar 2 dimensi, dan video yang sesuai dengan topik-topik tersebut, kemudian mendistribusikannya secara organik dan dengan beriklan di akun Facebook dan Instagram resmi brand tersebut.

Sebagai alternatif, brand juga bisa melakukan kolaborasi dengan para pemilik akun Facebook Page dan Instagram yang memang sudah menyajikan konten sesuai topik-topik tersebut dan memiliki basis pengikut asli yang cukup banyak.

Kuasai hal-hal teknis dan fitur beriklan di media sosial

Sebaik apa pun kualitas konten yang diproduksi dan didistribusikan lewat media sosial, setepat apa pun jenis konten yang diproduksi sesuai selera dan kebutuhan target audiens, apabila terlalu sedikit jumlah target audiens yang melihat konten tersebut, maka hasilnya akan kurang efektif.

Pada setiap jenis media sosial, semakin hari akan semakin susah bila hanya mengandalkan distribusi konten secara organik untuk mendapatkan jumlah target audiens yang banyak dan pengikut setia akun Facebook Page dan Instagram yang banyak. Konten yang didistribusikan secara organik lewat media sosial dan menjadi viral juga langka sekali jumlahnya di media sosial.

Apabila anggaran finansial kampanye pemasaran memungkinkan, beriklan di media sosial adalah pilihan yang tepat untuk mendapatkan jumlah audiens dan pengikut akun sebanyak-banyaknya, sesuai target audiens yang diinginkan, yang bisa diseleksi lewat fitur-fitur beriklan yang disediakan masing-masing media sosial, dan dalam waktu sesingkat mungkin.

Setiap media sosial pasti menyediakan fitur-fitur untuk menyeleksi target audiens berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, seperti lokasi geografis tempat tinggal, usia, jenis kelamin, bahasa yang digunakan, interest atau ketertarikan pada topik-topik tertentu ketika mengkonsumsi informasi dan hiburan lewat internet, dan lain sebagainya. Selain itu, jenis konten yang digunakan untuk bahan beriklan juga bisa bermacam-macam, berupa artikel, foto, maupun video. Sistem penentuan pembayaran biaya iklan juga biasanya disediakan beberapa jenis, misalnya Cost per ViewCost per Click, dan lain sebagainya.

Selain fitur-fitur yang disediakan untuk digunakan sebelum konten iklan dipublikasikan, setiap media sosial juga pasti menyediakan fitur-fitur untuk memonitor hasil iklan yang telah selesai dipublikasikan. Fitur ini penting digunakan untuk melakukan evaluasi kampanye iklan yang telah selesai dilakukan efektif atau tidak.

 

Source

Posts relacionados

0 comentário(s)