Rasa suka cita dalam menyambut Lebaran memang memberikan kesan tersendiri. Meski begitu, Anda harus bisa move on dan kembali memikirkan persoalan hidup yang ada di depan mata, khususnya berkaitan dengan keuangan. Kesalahan mengelola keuangan saat Lebaran dapat berakibat pada tidak stabilnya kondisi keuangan pasca Lebaran. Sehingga Anda harus menelaah kembali pengeluaran secara satu per satu.

Harapannya agar Anda bisa memperbaiki kondisi keuangan untuk Lebaran yang akan datang. Apapun yang terjadi, semua sudah berlalu. Ikuti kiat jitu mengelola keuangan pasca Lebaran berikut agar kondisi keuangan segera membaik.

 

  1. Mengecek Jumlah Uang yang Tersisa

Sama seperti saat genteng bocor, Anda harus mengecek bagian yang bocor untuk mengetahui mekanisme perbaikan yang terbaik. Begitu juga dengan kondisi finansial. Cek jumlah uang yang masih tersisa di dalam dompet, lalu ingat ke mana saja uang tersebut digunakan. Setelah itu, buat anggaran keuangan pasca Lebaran yang baru sebagai pedoman saat berbelanja.

  1. Membatasi Jumlah Pengeluaran Harian

Selanjutnya batasi jumlah uang yang akan dikeluarkan untuk kebutuhan harian. Misalnya meminimalisir uang parkir untuk dialihkan membeli bensin. Batasi intensitas mampir ke mall atau restoran yang memungut biaya parkir. Meskipun biaya parkir hanya Rp5.000, tapi kalau dalam sehari Anda bisa mampir ke 5 tempat yang berbeda, uang parkirnya bisa bengkak menjadi Rp25.000. Jumlah yang lumayan, bukan? Baca Juga: Cara Diet Keuangan Agar Hidup Lebih Mapan

  1. Mengurangi Kebiasaan Makan di Luar

Satu tempat favorit setiap kali jam istirahat kantor tiba adalah kantin atau rumah makan. Makan di luar sebaiknya dibatasi mengingat kondisi finansial yang masih memburuk pasca Lebaran. Bawalah bekal makanan dari rumah agar Anda tidak perlu pergi ke kantin untuk membeli makanan. Uang makan siang hari ini bisa dialihkan untuk membeli bahan makanan keesokan hari, sehingga kondisi keuangan dapat segera membaik.

  1. Pastikan Dana Darurat Tetap Aman

Seburuk apapun kondisi finansial pasca Lebaran, hindari untuk mengutak-atik dana darurat. Sebab dana ini sudah memiliki tujuan penggunaan khusus yaitu membiayai kebutuhan yang tidak terduga. Kalau dana darurat sudah sempat dipakai untuk menyambung hidup, kembalikan dana darurat secepatnya sesuai dengan jumlah yang dihabiskan. Bila ada kejadian kurang mengenakkan di kemudian hari, Anda bisa lebih tenang karena dana darurat sudah kembali utuh seperti semula.

  1. Mulai Menabung dari Nol

Masa bersenang-senang perayaann sudah usai. Kini saatnya Anda menabung lagi untuk memulihkan kondisi keuangan. Pastikan Anda mengetahui hal-hal apa yang saja yang dapat membuat Anda tertarik untuk menabung. Sama seperti anak kecil yang tertarik menabung jika dibelikan celengan lucu.

Begitu juga dengan Anda, apakah dengan membuka rekening tabungan baru atau mempunyai plan untuk membeli rumah baru. Apapun keputusan yang akan diambil nanti, yang pasti menabung harus menjadi kegiatan rutin setiap gajian tiba.

 

  1. Bayar Cicilan Utang Sebelum Jatuh Tempo

Sebagian dari kita mungkin meminjam sejumlah uang sebagai modal untuk mudik. Sehabis pulang kampung, pikirkanlah cara membayar pinjaman tersebut sebelum jatuh tempo biar tak kena denda. Kalaupun Anda meminjam uang dari teman, jangan berpikir uang tersebut bisa ditunda-tunda pelunasannya. Bagaimanapun juga, teman Anda juga membutuhkan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

 

  1. Mencatat Pos Pengeluaran secara Berkala

Jika sebelumnya Anda sudah pernah membuat catatan pengeluaran, lakukan hal yang sama pasca Lebaran. Catatan pengeluaran dapat dijadikan sebagai alat untuk mengontrol keuangan. Jadi setiap kali catatan ini dibuka, Anda tahu berapa jumlah uang yang sudah dikeluarkan dalam periode tertentu. Apabila jumlahnya terlalu besar, Anda bisa segera berkaca dan menghilangkan beberapa pos yang menyebabkan pengeluaran membengkak.



Menstabilkan keadaan finansial pasca lebaran sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan asalkan Anda lebih cermat saat berbelanja dan tentunya disiplin dalam mengelola keuangan. Tunda dahulu keinginan untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan, sehingga kondisi keuangan pasca Lebaran cepat pulih.

 

 

 

Source



Post relativi

0 commento(i)