Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan SDM Infrastruktur, KADIN Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Dandung Sri Harninto, mengingatkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tidak serakah menggarap seluruh proyek-proyek infrastruktur di dalam negeri.

Sesuai dengan aturan, BUMN hanya bisa menggarap untuk proyek yang nilainya di atas Rp 100 miliar. "Sekarang ada BUMN ngerjakan proyek Rp 30 miliar saya temukan kemarin, ini ada kontrak BUMN saya tanya nilainya berapa? Rp 30 sekian miliar," katanya ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Dia pun merasa heran masih ada saja BUMN yang rakus menggarap proyek-proyek yang secara nilai kecil. Atas kejadian itu, dirinya juga mendesak seluruh kementerian lembaga terkait agar mengawasi seluruh proyek-proyek yang menjadi polemik antar BUMN dan swasta.

"Kok masih bisa lolos. Saya gak tahu aturannya tendernya sudah lama atau gimana tapi kok ini bisa lolos. Padahal aturan menteri, BUMN hanya boleh Rp 100 miliar ke atas. Tapi ada satu dua yang gak ketangkep porsesnya," kata dia.

Dandung mengatakan apabila ini dibiarkan maka akan menghancurkan perusahaan-perusahaan swasta yang notabenya juga ingin turut andil menggarap proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

"Dari data Gapensi jumlah perusahaan kecil drop hampir 50 persen selama 4 tahun terakhir. Seharusnya ketika kita membangun harus jalan bareng tapi ternyata BUMN semakin gendut dan teman-teman swasta tidak ini harus diperbaiki," jelas dia.

Melihat kondisi tersebut, dirinya meminta agar kemudian BUMN-BUMN besar segara merubah orientasinya. Dia ingin, para BUMN tidak hanya jago kandang namun bisa melakukan ekspansi menggarap proyek-proyek di luar dari Indonesia.

"Dia kan sudah gede kemampuan gede sementara swasta kekurangan duit, defisit harus mulai keluar jangan jago kandang. Kita sudah sering mendorong sudah lah BUMN sudah cukup besar. Jadi saya pikir itu harapan kami dari temen swasta kita juga gak ingin teman-teman BUMN kita mati, kita ingin BUMN kita kuat tapi jangan jago kandang mulai bergerak keluar," tandas dia.

 

 

Source

0 Commentaire(s)