Beragam edukasi dan hiburan pun semua dapat dengan mudah diakses melalui internet. Maka tak salah jika sebagian besar ibu muda atau milenial mempercayakan internet sebagai sumber informasi mereka.

Dalam mengumpulkan berbagai informasi khususnya yang berhubungan dengan produk keluarga atau bayi, 74% ibu milenial lebih mempercayai sumber berdasarkan internet seperti blog dari sesama ibu atau komunitas online dibanding iklan yang disajikan brand.

Karena angka tersebut pula membuat banyak brand bayi atau keluarga yang lebih memilih untuk menyampaikan pesan mereka atau mempromosikan produk mereka melalui konten di internet, dan salah satunya dengan menggunakan influencer marketing.

Nah, bagi brand parenting yang ingin mulai menjalankan strategi influencer marketing, seperti apa cara terbaiknya?

Gunakan platform media sosial yang tepat
Beberapa tahun lalu, para orangtua mencari kebutuhan untuk anak atau keluarga mereka dengan bertanya kepada ayah atau ibu lainnya tentang produk yang paling tepat. Namun, saat ini, dengan adanya influencer orangtua yang kerap membagikan konten mengenai produk yang biasa mereka gunakan, membuat para orangtua lebih mudah untuk mencari produk yang mereka butuhkan.

Dalam menyajikan konten tersebut, platform yang biasa digunakan oleh influencer ibu adalah YouTube, Instagram, Pinterest, dan blog. Namun pada kenyataannya, setiap platform dapat bekerja secara efektif berdasarkan tujuan marketing yang berbeda pula. Misalkan, Instagram lebih cocok digunakan ketika ingin memamerkan produk. YouTube dan blog merupakan platform yang tepat untuk memberikan review dan menceritakan produk secara mendalam, dan untuk mempengaruhi secara langsung keputusan dari audiens agar mau menggunakan produk terkait.

Karena hal tersebut, brand perlu memikirkan dengan baik apa yang menjadi tujuan mereka ketika menyajikan konten melalui media sosial. Jika menjual pakaian anak-anak mungkin Instagram merupakan platform yang tepat untuk dapat menarik minat calon konsumen. Tetapi jika menjual barang-barang yang tergolong berat seperti stroller, menyajikan cara kerja produk lewat YouTube dapat menjadi solusi.

Mengedepankan storytelling
Audiens senang memperhatikan sentimen pada konten-konten milik brand di industri parenting. Dengan kata lain, kalau bergerak di bidang tersebut, kita membuat konten menjadi lebih engaging, selama dapat menyajikan cerita secara menarik seputar produk yang dipromosikan.

Dalam menyajikan kampanye influencer marketing, kita dapat meminta influencer yang diajak kerja sama untuk membuat foto yang dapat menggungah emosi serta dengan cerita yang relevan.

Influencer ibu kerap membuat konten yang sangat autentik dan caption yang dapat membentuk kepercayaan masayarakat terhadap mereka. Dari situ, mereka dapat mengajak followers-nya untuk mau membeli produk berdasarkan rekomendasi yang diberikan. Audiens senang mencari konten-konten seperti yang disajikan oleh influencer, dan hal ini menjadi alasan influencer ibu memiliki kekuatan besar untuk mendorong followers-nya melakukan aksi.

Repurpose konten influencer pada channel marketing lain
Pada umumnya, konten yang dibuat oleh influencer dapat meningkatkan tingkat engagement 8 kali lebih tinggi dibanding konten yang dibuat sendiri oleh brand. Dan untuk brand-brand bayi atau keluarga, konten dari influencer ini bisa memberikan kesan yang lebih baik bagi target audiens.

Mengapa? Seperti yang diungkapkan sebelumnya, influencer ibu seringkali membuat konten yang engaging dan emosional. Gambar dan caption yang disajikan pun relevan pada audiens dan juga autentik. Untuk mengembangkan potensi konten tersebut, kita dapat melakukan repurpose konten-konten yang sebelumnya pernah dibuat oleh influencer tersebut. Misalnya dengan cara, menaruhnya dalam email newsletter, situs brand, Facebook ads dan lain-lain agar dapat kembali memancing perhatian audiens terhadap brand kita.

Related posts

0 comment(s)