Setelah perjuangan panjang di bangku kuliah, bersusah payah ujian, menyususun skripsi, sidang, dan akhirnya wisuda. Yeay! Eits, tapi hidup belum selesai nih. Setelah momen penuh haru dan gembira wisuda, datanglah masa-masa mencari kerja. Job hunting ini katanya gampang-gampang susah sih. Ada yang beruntung bisa langusung dapat kerja setelah interview pertama, ada yang interview berulang-ulang baru dapat kerja. Ada juga yang hanya menyebar CV tanpa mendapat panggilan interview dalam waktu lama. Apapun kondisinya, masa libur ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya loh. Ga melulu hanya bisa bengong menunggu panggilan.

 

1. Belajar skill yang nggak pernah diajarin di kuliah

Misalnya skill menulis laporan bisnis, bahasa, investasi, digital marketing, dan lain-lain. Banyak sekali pengetahuan-pengetahuan yang kurang diajarkan di dunia sekolah ini bisa dipelajari melalui berbagai media, entah dari lembaga informal, internet, apps, dll. Yang penting adanya kemauan diri untuk menjadi lebih baik lagi, dan komitmen untuk belajar.

 

2. Menghabiskan waktu dengan keluarga

Terutama bagi para perantau yang biasanya hanya bisa pulang 1 tahun 1x, kadang malahan nggak bisa pulang. Momen selepas kelulusan harus dimanfaatkan untuk pulang sejenak, menghabiskan waktu menemani keluarga dan beristirahat.

 

3. Travelling

Saat setelah kelulusan dan masih belum dapat panggilan kerja adalah saat terbaik untuk liburan. Setelah selesai dengan segala kepenatan urusan kampus, skripsi, dan lain-lain. Nggak ada salahnya untuk istirahat, travelling ke kota atau negara lain. Mumpung belum kerja juga, karena kalau sudah mulai kerja denger-denger bakal lebih susah untuk jalan-jalan. Dari kerjaan menumpuk sampai minta cuti susah. Manfaatin deh sebaik-baiknya momen ini untuk dirimu sendiri.

 

4. Upgrade CV dan cover letter

Psst, hanya sebagai masukan aja ya, aku ngga pernah pakai CV dan cover letter yang sama untuk semua kantor yang aku apply. Biasanya isi di CV akan aku sesuaikan dengan persyaratan yang diminta kantor dan sesuai kebutuhan.

 

Misalnya, perusahaan A bergerak di bidang fashion membuka peluang sosmed content creator, dan mencari kandidat yang kreatif. Maka di CV dan cover letter, aku akan menuliskan interest-ku akan dunia fashion dengan kelas-kelas atau social event yang fashion related yang pernah aku kunjungi, lalu melampirkan portofolio konten atau link medsosku. CV dan cover letter-ku juga pasti berbeda kalau aku apply misalnya di perusahaan alat kesehatan bagian marketing yang membutuhkan pengetahuan tentang kesehatan manusia. Yang nggak kalah penting nih, pastikan tidak ada kesalahan penulisan, jaga sopan santun dalam menulis, dan pastikan kita menyapa HR atau divisi yang bersangkutan dengan benar ya.

 

5. Latihan wawancara

Ini penting banget. Sedia payung sebelum hujan, persiapan mental demi wawancara yang sesungguhnya. Bisa mengambil bahan pertanyaan wawancara dari internet, atau bertanya sama teman-teman yang sudah pernah diwawancara. Gunanya untuk mempersiapkan diri dengan berbagai pertanyaan yang agak aneh atau diluar dugaan. Sepele, tapi nyatanya banyak kandidat yang gagal diwawancara karena tidak siap, bahkan tidak bisa memperkenalkan diri dengan baik.

 

 

Source

Related posts

0 comment(s)