Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar hari ini menunjukkan penguatan ke angka 13.772 per dolar AS dari sebelumnya 13.854 per dolar AS. Kenaikan 82 poin ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat baik. 

"Kita perkirakan 5,1 (persen) sampai 5,5 (persen)," kata Perry di Komplek Bank Indonesia, Jakarta (10/1/2020).

Perry juga menyebut fundamental ekonomi terlihat dari inflasi Indonesia yang rendah di kisaran dan sasaran 3 persen plus minum satu. Fundamental ekonomi juga terlihat dari cadangan devisa yang masih tinggi.

"Kami pandang penguatan Rupiah ini konsisten dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang memang membaik," papar Perry.

Penguatan Rupiah juga berlangsung konsisten dengan mekanisme pasar yang berjalan dengan baik. Suplai dan pasokan dari valas lebih besar dari permintaan.

Perry memastikan penguatan Rupiah ini juga menunjukkan sikap positif antara kebijakan pemerintah dan kebijakan Bank Indonesia. "Komitmen kami menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar," katanya.

Hal ini dibuktikan sejak tahun 2018 dan 2019 rupiah bergerak stabil sesuai dengan mekanisme pasar. Untuk itu Bank Indonesia akan terus mengawal rupiah agar sejalan dengan fundamental sejalan dengan mekanisme pasar.

 

 

Source

0 Kommentar(e)