Guna meningkatkan semangat pengusaha muda menciptakan industri kreatif, Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mengadakan Creative Business Incubator (CBI) di lima kota besar termasuk DIY. Bahkan, Kabupaten Bantul (tertinggi) merupakan penyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) terbesar di Indonesia dengan prosentase mencapai 16,12 persen.

Direktorat Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih usai membuka Creative Talk bagi pelaku start up dan pengusaha muda DIY di Sangkring Art Space Bantul, Selasa (9/7) menuturkan meski penyumbang PDB terbesar namun gini ratio di DIY masih tinggi yakni 0,43 sementara gini ratio nasional mencapai 0,34 persen. "Kondisi ini solusinya dengan penguatan sektor usaha kreatif dan penumbuhan usaha baru," jelas Gati.

 Gati menambahkan ekonomi kreatif memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan Survei Khusus Ekonomi Kreatif (SKEK) 2016 yang dilaksanakan oleh Bekraf dan BPS,  PDB ekonomi kreatif tercatat Rp 922,59 triliun dengan kontribusi terbesar  pada tiga sektor yakni kuliner, fesyen dan kerajinan. 

Jumlah pengusaha muda ekonomi kreatif yang berusia dibawah 30 tahun masih relatif rendah yaitu sebesar 10,68 persen dari total pengusaha ekonomi kreatif yang mencapai 8,2 juta orang. Disisi lain, pada tahun 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana proporsi usia produktif yang penduduk usia 20  39 tahun diperkirakan akan mencapai 88.064.800 Jiwa.  "Sehingga perlu dipersiapkan pengusaha-pengusaha muda yang nantinya akan bisa mengambil peluang dari bonus demografi tersebut," tegas Gati.

Adapun Bantul menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Kegiatan Creative Talk karena potensi ekonomi kreatif cukup besar termasuk pelakunya. Kegiatan ini diikuti 100 pengusaha muda dan pelaku industri kreatif muda di DIY. Kegiatan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Dinas Kebudayaan DIY dan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Bantul.

 

 

 

Source

0 Kommentar(e)