Realisasi investasi Inggris ke Indonesia sepanjang tahun lalu tercatat US$300. Pemerintah berharap nilai tersebut meningkat pada tahun ini.

Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan Inggris tercatat menduduki peringkat ke 14 investor asing dibandingkan dengan negara lain tahun lalu.

Oleh sebab itu dia berharap Inggris masih berkomitmen menanamkan investasi dan kerjasama di Indonesia seiring dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang memberikan peluang yang besar.

"Saya yakin investor Inggris juga memiliki peluang yang besar untuk meningkatkan skala investasi di Indonesia," kata Bambang melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (3/7/2019).

Melalui Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) 2019: “Accelerating Indonesia’s Infrastructure Investment For Higher Economic Development” di London, Bambang berharap kerja sama lebih intensif selama forum ini dapat meningkatkan angka investasi tersebut secara signifikan. 

Bambang menjelaskan konektivitas menjadi tema utama dari pembangunan infrastruktur di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa prioritas di antaranya pembangunan jalan dan kereta api, serta peningkatan fasilitas pelabuhan dan bandara. 

Konektivitas juga menjadi tema krusial pembangunan infrastruktur di dalam RPJMN 2020-2024 dengan strategi yang ditingkatkan untuk menghubungkan infrastruktur yang telah dibangun maupun Kawasan Industri yang baru dikembangkan.

Bambang menilai strategi ini akan meningkatkan efektivitas infrastruktur sekaligus secara paralel meningkatkan potensi Kawasan Industri yang terhubung.

Dia mengklaim dalam 5 tahun pemerintah telah membangun lebih dari 1.000 km jalan tol, dan memperluas 150 km rel kereta api. Pemerintah juga ikut mengembangkan transportasi umum di seperti MRT di Jakarta yang segera diekspansi 248 kilometer. 

Dampak peningkatan konektivitas juga ditunjukkan dengan waktu perjalanan yang dibutuhkan setelah jalan tol Trans-Jawa dibangun. Terlihat adanya percepatan waktu tempuh dari Jakarta ke Surabaya, dua kota terbesar di Indonesia, dari 12-14 jam menjadi 8-12 jam untuk kendaraan penumpang, sementara dari 24-36 jam menjadi 12-24 jam untuk kendaraan barang. 

"Semua pembangunan infrastruktur konektivitas ini diharapkan dapat signifikan mengurangi biaya logistik hingga 20 persen,” jelasnya.

 

 

Source

0 Kommentar(e)