Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai generasi milenial berperan penting dalam menerapkan industri 4.0. Pasalnya, 130 juta generasi milenial berusia produktif. Dengan kata lain, generasi milenial berkesempatan mengembangkan bisnis di era digital. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan generasi milenial perlu paham atau memilikir literasi dunia digital. Maka dari itu, menurutnya, reskilling dan upskilling itu diperlukan mengingat digitalisasi ekonomi memerlukan keahlian yang berbeda dengan era sebelumnya.

“Karena itu, pemerintah fokus memacu agar anak-anak muda yang termasuk generasi milenial di Tanah Air paham terhadap dunia digital,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/2019). Airlangga menambahkan pihaknya  menargetkan terciptanya 1.000 technopreneur pada tahun 2020 dengan valuasi bisnis mencapai US$100 miliar dan total nilai fagang-el senilai US$130 miliar. Adapun, lanjutnya, kini telah ada empat unicorn di luar ekosistem konglomerasi. 

Airlangga mengutarakan minimal ada tiga pengetahuan yang harus dikuasai oleh generasi milenial yakni bahasa Inggris, bahasa pemrograman, dan ilmu statistik. Menurutnya, bahasa pemrograman akan digunakan baik dalam ekosistem Android maupun IoS dalam memproduksi teknologi internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI).

Sementara itu, ujarnya, ilmu statistik akan berguna dalam memahami data di era utilisasi data besar (big data). “Pengetahuan-pengetahuan ini wajib dikuasai oleh anak-anak muda kita, sehingga mereka bisa masuk dalam ekonomi digital yang besar,” ujarnya. Di sisi lain, Airlangga berpendapat pembangunan coworking space dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak muda agar lebih kreatif dan inovatif. Pasalnya, lanjutnya, perkonomian tidak lagi berbasis kepada modal tetapi berbasis kepada SDM dalam revolusi industri 4.0.

Airlangga menambahkan kementerian terus mengajak generasi milenial untuk berkontribusi dan ikut berperan aktif dalam era industri digital. “Jadi, terpacu untuk fokus memperkuat generasi muda kita dengan teknologi dan inovasi,” ucapnya. Airlangga menuatakan coworking space akan didorong dengan palapa ring dan digitaliasasi infrastruktur. Kementerian, imbuhnya, menargetkan Palapa ring dapat diutilisasi hingga ke Papua.  "Kalau ini bisa berjalan, saya optimistis talenta-talenta di daerah bisa tumbuh, terutama yang dekat dengan universitas,” terangnya. 

 

 

Source

Ähnliche Einträge

0 Kommentar(e)